Living life and Make it Better

life, learn, contribute

Endy Muhardin

Software Developer berdomisili di Jabodetabek, berkutat di lingkungan open source, terutama Java dan Linux.

SVN Externals

Dalam membuat aplikasi, seringkali kita membutuhkan source-code dari aplikasi lainnya. Misalnya, jika kita sudah membuat cukup banyak aplikasi, maka fitur login dan logout pasti sudah sering kita buat.

Daripada menulis ulang fitur tersebut, alangkah lebih baiknya jika kita reuse kode programnya dalam aplikasi yang akan dibuat. Dengan demikian, setelah melewati beberapa project, kode program yang direuse tersebut akan bertambah kemampuannya dan semakin canggih.

Kita dapat melakukan hal ini dengan menggunakan fitur svn external. Misalnya struktur kode program kita terdiri dari modul berikut:

  • Master Data

  • Transaksi

  • Report

  • Security

Kita ingin me-reuse kode program security yang ada di aplikasi lain. Dengan demikian, kita perlu menambahkan folder tersebut ke dalam source-tree kita.

Untuk melakukan hal tersebut, kita mengedit property Subversion yang bernama svn:externals. Berikut cara menambah property tersebut :

  1. Checkout dulu seluruh trunk.

    svn co http://repo.server.com/svn/nama-project/trunk project-saya

  2. Tambahkan property svn:externals ke project yang sudah ada.

    svn propset svn:externals “modul-security http://repo.server.com/svn/project-lain/trunk/modul-security” project-saya

  3. Commit deh

    cd project-saya svn ci -m “tambahkan property svn:external”

  4. Untuk mengambil source code modul-security, lakukan svn update

    svn update

Kode program modul-security siap digunakan. Ingat, kalau kita melakukan perubahan di dalamnya dan melakukan commit, maka perubahan akan dikirim ke repository asalnya, yaitu http://repo.server.com/svn/project-lain/trunk/modul-security

Lalu bagaimana kalau kita tidak ingin mengikuti perkembangan modul-security? Bisa saja ada programmer lain yang mengubah modul-security dan menyebabkan kode kita rusak.

Caranya, referensikan modul-security ke tags, jangan ke trunk.

Demikian cara berbagi kode program lintas project. Semoga bermanfaat.


Membuat Mirror Repository Ivy

Pada rangkaian artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang:

  1. Instalasi Ivy

  2. Build Management dengan Ivy

  3. Otomasi Build Process dengan Ant

  4. Publish Modul ke Repository

  5. Deklarasi internal dependency

  6. Deklarasi external dependency

  7. Ivy Configuration

Semua konsep dan pengetahuan di atas memungkinkan kita untuk menggunakan Ivy secara efektif untuk mengelola pembuatan aplikasi. Tetapi ada sedikit hal yang masih mengganjal, yaitu borosnya bandwidth yang digunakan selama build process dilakukan.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas cara membuat mirror repository, sehingga pengambilan artifak dapat dilakukan dari server internal maupun harddisk lokal, sehingga tidak memboroskan bandwidth.

Di artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang deklarasi resolver. Resolver adalah konfigurasi yang menyatakan lokasi repository. Ada beberapa jenis resolver yang disediakan Ivy:

  • Filesystem : repository Ivy di harddisk lokal

  • URL : repository Ivy yang diakses melalui protokol http

  • SSH : repository Ivy yang diakses melalui protokol scp/ssh

  • SFTP : repository Ivy, diakses melalui protokol sftp

  • VFS : repository Ivy, kompatibel dengan file system yang didukung oleh Apache Commons VFS, diantaranya WebDAV, FTP, ZIP, dan sebagainya

  • Ibiblio : repository Maven 2, diakses melalui protokol http

Sebagai contoh kasus, kita akan membuat mirror dari repository ivy milik SpringSource dan repository Maven2 di Ibiblio.

Pertama, kita deklarasikan dulu resolver untuk kedua repository sumber. Konfigurasi ini dibuat dalam ivysettings.xml.

SpringSource memiliki dua repo berbeda, untuk artifak yang dihasilkannya sendiri (Spring Portfolio) disebut dengan release, dan untuk pustaka external (Hibernate, JSF, dsb; disebut dengan external. Berikut konfigurasi untuk kedua repo SpringSource, sesuai dengan dokumentasinya:

<url name="springsource.release.repo.resolver">
	<ivy pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/release/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
	<artifact pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/release/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
</url>

<url name="springsource.external.repo.resolver">
	<ivy pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/external/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
	<artifact pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/external/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
</url>

Dan ini adalah resolver untuk Ibiblio.

<ibiblio name="maven2" m2compatible="true" />

Repository SpringSource akan kita mirror di http://repo.artivisi.com/ivy/springsource/ dengan struktur folder nama-organisasi/nama-modul/nomer-revisi/[artifak]-[revisi].[extension]. Folder tersebut berada di mesin repo.artivisi.com dalam folder /var/www/repo.artivisi.com/ivy/springsource. Berikut konfigurasi repo mirror-springsource.

<ssh name="springsource.mirror.resolver" keyFile="${user.home}/.ssh/id_rsa" host="repo.artivisi.com" user="${mirror.host.user}">
	<ivy pattern="/var/www/repo.artivisi.com/ivy/springsource/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
	<artifact pattern="/var/www/repo.artivisi.com/ivy/springsource/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
</ssh>

Repository Ibiblio akan kita mirror di http://repo.artivisi.com/ibiblio dengan struktur folder berbeda, untuk metadata sebagai berikut: [nama-organisasi]/[nama-modul]/ivys/ivy-[nomer-revisi].xml, dan untuk artifak sebagai berikut: [nama-organisasi]/[nama-modul]/[jenis]s/[artifak]-[nomer-revisi].[extension]. Folder tersebut berada di mesin repo.artivisi.com dalam folder /var/www/repo.artivisi.com/ibiblio. Berikut konfigurasinya:

<ssh name="ibiblio.mirror.resolver" keyFile="${user.home}/.ssh/id_rsa" host="repo.artivisi.com" user="${mirror.host.user}">
	<ivy pattern="/var/www/repo.artivisi.com/ibiblio/[organisation]/[module]/ivys/ivy-[revision].xml"/>
	<artifact pattern="/var/www/repo.artivisi.com/ibiblio/[organisation]/[module]/[type]s/[artifact]-[revision].[ext]"/>
</ssh>

Setelah kita memiliki dua repository sumber dan dua repository tujuan, kita buat target untuk melakukan mirroring. Di Ivy, kegiatan mirroring ini disebut dengan istilah install. Kita memiliki tiga target install, untuk ibiblio, SpringSource release, dan SpringSource external. Berikut deklarasi targetnya, kita masukkan di ivybuilder.xml bersama dengan target untuk resolve dan publish.

<target name="install-springsource-release" description="--> install dependency from springsource repo">
	<ivy:install 
		organisation="${organisation}" 
		module="${module}" 
		revision="${revision}"
		from="${springsource.release.repo.resolver}" 
		to="${springsource.mirror.resolver}" 
		transitive="true"
		overwrite="true"
	/>	
</target>

<target name="install-springsource-external" description="--> install dependency from springsource repo">
	<ivy:install
		organisation="${organisation}" 
		module="${module}" 
		revision="${revision}"
		from="${springsource.external.repo.resolver}" 
		to="${springsource.mirror.resolver}" 
		transitive="true"
		overwrite="true"
	/>

</target>

<target name="install-ibiblio" description="--> install dependency from ibiblio maven2 repo">
	<ivy:install 
		organisation="${organisation}" 
		module="${module}" 
		revision="${revision}"
		from="${ibiblio.repo.resolver}" 
		to="${ibiblio.mirror.resolver}" 
		transitive="true"
		overwrite="true"
	/>
</target>

Seperti kita lihat di atas, deklarasi target install cukup generik, dengan menggunakan variabel yang bisa di-override pada saat runtime. Untuk target install-springsource-external, kita gunakan repo external SpringSource sebagai sumber, dan mirror-springsource sebagai tujuan. Target install-springsource-release dan install-ibiblio juga mirip.

Sekarang saatnya kita coba. Mari kita install Hibernate Annotations versi 3.3.1.GA. Modul ini ada di repository SpringSource external.

Langkah pertama, cari dulu modul yang kita inginkan. Kita bisa gunakan halaman search yang telah disediakan. Dari hasil pencarian, kita menemukan modul yang diinginkan, berikut dengan deklarasi dependensinya. Sekarang kita telah mengetahui nama organisasi, nama modul, dan nomer revisinya.

ant install-springsource-external -Dorganisation="org.hibernate" -Dmodule="com.springsource.org.hibernate.annotations" -Drevision="3.3.1.ga"

Ivy akan melakukan resolve dan melihat semua dependensi dari Hibernate Annotations versi 3.3.1.GA. Setelah itu, Ivy akan mendonlodnya ke cache lokal, untuk kemudian diupload melalui scp ke lokasi mirror.

Terakhir, tentunya mirror repository ini akan diakses orang menggunakan http, bukan ssh. Jadi kita harus buatkan resolver untuk mengakses http://repo.artivisi.com/ivy/springsource dan http://repo.artivisi.com/ibiblio. Berikut konfigurasinya, kita satukan menggunakan chain-resolver.

Demikianlah rangkaian tutorial tentang penggunaan Ivy. Mungkin banyak pembaca yang membatin,

Buat apa repot-repot, pakai Netbeans atau Eclipse kan juga bisa bikin jar/war.

Biar saya kasih bocoran sedikit tentang dapur ArtiVisi. Kami akan mengadopsi SOA (Service Oriented Architecture) dalam semua produk dan project kami. Adopsi ini dilakukan di level mikro dengan menggunakan platform OSGi. Karakteristik utama aplikasi SOA dengan OSGi adalah aplikasi akan terdiri dari banyak modul-modul kecil yang saling berinteraksi. Contohnya bisa dilihat di diagram modul yang disajikan di awal artikel.

Memecah aplikasi besar menjadi modul-modul kecil tidak terlalu sulit. Siapapun yang mengenal keyword import dan konsep CLASSPATH di Java bisa melakukannya. Yang sulit adalah mengelola kegiatan development dan integrasi antar modul. Oleh karena itu, penggunaan dependency management seperti Ivy atau Maven2 adalah hal yang wajib.

Pembaca bisa memilih apakah akan menggunakan Maven2 ataupun Ivy. Konsep dasarnya mirip, tapi implementasinya berbeda. Jadi, kalau sudah menguasai Ivy, Maven2 tidak sulit. Demikian juga sebaliknya. Silahkan mencari yang sesuai dengan kebutuhan tim Anda.


Ivy Configuration

Rangkaian artikel sebelumnya telah memberikan kita pemahaman yang memadai untuk menggunakan Ivy. Pada artikel ini, kita akan membahas satu fitur Ivy yang walaupun tidak wajib dikuasai, tapi sangat penting, karena dapat membuat konfigurasi modul kita menjadi fleksibel. Fitur ini dalam dunia Ivy dikenal dengan istilah configuration.

Sebagai paket standar kualitas di ArtiVisi, kami menggunakan Cobertura untuk melakukan coverage test. Sayangnya Cobertura dan Hibernate tidak kompatibel. Hibernate menggunakan pustaka asm dengan versi 1.5.3. Sedangkan Cobertura juga menggunakan asm, dengan versi 2.2.1. Bila kedua versi kita campur, maka akan terjadi error karena Java VM kebingungan menentukan versi mana yang akan digunakan.

Untuk mengatasi masalah ini, kita menggunakan fitur configuration Ivy. Kita membuat konfigurasi bernama test yang membawa asm versi 2.2.1 sesuai kebutuhan Cobertura. Selain itu, kita juga membuat konfigurasi bernama runtime dengan asm versi 1.5.3 untuk digunakan Hibernate. Hal ini dimungkinkan karena Cobertura hanya kita gunakan pada saat test.

Contoh lain penggunaan configuration adalah kombinasi modul untuk merakit aplikasi. Misalnya, kita memiliki modul-modul berikut dalam aplikasi kita:

  • model

  • dao.api

  • dao.hibernate

  • dao.jdbc

  • ui.web

  • ui.desktop

Kita dapat menggunakan konfigurasi Ivy untuk membentuk 4 kombinasi aplikasi, yaitu:

  • Desktop dengan JDBC

  • Desktop dengan Hibernate

  • Web-based dengan JDBC

  • Web-based dengan Hibernate

Fitur configuration juga bisa digunakan untuk mengatur rilis artifak, sehingga dari satu paket source-code, kita bisa membuat rilis:

  • Hanya source-code (source only)

  • Hanya hasil kompilasi (binary only)

  • Paket dokumentasi (javadoc, reference)

  • Paket komplit (source, binary, dokumentasi)

Kombinasi rilis ini umum kita temui dalam pustaka open-source populer seperti Spring Framework atau Hibernate.

Masih banyak lagi skenario penggunaan configuration. Silahkan kembangkan imajinasi Anda untuk penggunaannya. Pada artikel ini, kita akan membahas skenario kombinasi aplikasi seperti ilustrasi di atas.

Kita telah memiliki modul person-model, dengan deklarasi dependensi (ivy.xml) sebagai berikut:

<ivy-module version="1.0">
    <info organisation="com.artivisi" module="person-model"/>
    
    <configurations>
		<include file="${basedir}/../person-build/ivy/ivyconfigurations.xml" />
	</configurations>

	<publications>
		<artifact name="${ant.project.name}" conf="api"/>
		<artifact name="${ant.project.name}-sources" conf="source" type="src" ext="jar"/>
	</publications>
    
</ivy-module>

Daftar konfigurasi yang kita miliki didefinisikan dalam file ivyconfigurations.xml dan di-include dari masing-masing ivy.xml. Berikut isi ivyconfigurations.xml.

<configurations>
	<conf name="compile"            description="dependency for compile time only" />
	<conf name="api"     description="Domain Model and API only"/>
	<conf name="impl"    description="implementation of APIs"/>
	<conf name="source"  description="source code only"/>
</configurations>

Kita juga punya modul person-dao, interface yang digunakan sebagai patokan implementasi akses database, dengan dependensi sebagai berikut:

<ivy-module version="1.0">
    <info organisation="com.artivisi" module="person-dao-api"/>
    
    <configurations>
		<include file="${basedir}/../person-build/ivy/ivyconfigurations.xml" />
	</configurations>

	<publications>
		<artifact name="${ant.project.name}" conf="api"/>
		<artifact name="${ant.project.name}-sources" conf="source" type="src" ext="jar"/>
	</publications>
    
    <dependencies>
        <dependency name="person-model" rev="latest.integration" conf="api"/>
    </dependencies>
</ivy-module>

Modul person-dao ini memiliki dua jenis implementasi, yaitu dengan JDBC:

<ivy-module version="1.0">
    <info organisation="com.artivisi" module="person-dao-jdbc"/>
    
    <configurations>
		<include file="${basedir}/../person-build/ivy/ivyconfigurations.xml" />
	</configurations>

	<publications>
		<artifact name="${ant.project.name}" conf="impl"/>
		<artifact name="${ant.project.name}-sources" conf="source" type="src" ext="jar"/>
	</publications>
    
        <dependency name="person-dao-api" rev="latest.integration" conf="api"/>
        
    </dependencies>
</ivy-module>

dan dengan Hibernate:

<ivy-module version="1.0">
    <info organisation="com.artivisi" module="person-dao-hibernate"/>
    
    <configurations>
		<include file="${basedir}/../person-build/ivy/ivyconfigurations.xml" />
	</configurations>

	<publications>
		<artifact name="${ant.project.name}" conf="impl"/>
		<artifact name="${ant.project.name}-sources" conf="source" type="src" ext="jar"/>
	</publications>
    
        <dependency name="person-dao-api" rev="latest.integration" conf="api"/>
    </dependencies>
</ivy-module>

Dengan memisahkan interface dan implementasi DAO, kita bisa langsung membuat dua jenis user interface, yaitu yang berbasis web sebagai berikut:

<ivy-module version="1.0">
    <info organisation="com.artivisi" module="person-ui-springmvc"/>
    
    <configurations>
		<include file="${basedir}/../person-build/ivy/ivyconfigurations.xml" />
	</configurations>
	
	<publications>
		<artifact name="${ant.project.name}" conf="impl"/>
		<artifact name="${ant.project.name}-sources" conf="source" type="src" ext="jar"/>
	</publications>
    
        <dependency name="person-dao-api" rev="latest.integration"  conf="api"/>
    </dependencies>
</ivy-module>

dan berbasis desktop sebagai berikut:

<ivy-module version="1.0">
    <info organisation="com.artivisi" module="person-ui-swing"/>
    
    <configurations>
		<include file="${basedir}/../person-build/ivy/ivyconfigurations.xml" />
	</configurations>
	
	<publications>
		<artifact name="${ant.project.name}" conf="impl"/>
		<artifact name="${ant.project.name}-sources" conf="source" type="src" ext="jar"/>
	</publications>
    
        <dependency name="person-dao-api" rev="latest.integration"  conf="api"/>
    </dependencies>
</ivy-module>

Seperti kita lihat, untuk bisa membuat UI, kita hanya membutuhkan modul dao saja.

Untuk merangkai aplikasi ini, kita membuat satu modul yang tidak berisi source-code Java sama sekali, melainkan hanya deklarasi dependensi saja.

Berikut konfigurasi untuk aplikasi desktop dengan JDBC.

<ivy-module version="1.0">
    <info organisation="com.artivisi" module="person-apps"/>
    
    <configurations>
		<conf name="person-app-desktop-jdbc" description="Application with desktop UI and JDBC backend"/>
	</configurations>
    
    <dependencies>
    	
        <dependency name="person-dao-jdbc" rev="latest.integration" 
        conf="person-app-desktop-jdbc->impl"/>
        
        <dependency name="person-ui-swing" rev="latest.integration" 
        conf="person-app-desktop-jdbc->impl"/>
        
    </dependencies>
    
</ivy-module>

dan ini adalah konfigurasi untuk aplikasi web dengan Hibernate.

<ivy-module version="1.0">
    <info organisation="com.artivisi" module="person-apps"/>
    
    <configurations>
		<conf name="person-app-web-hibernate" description="Application with web-based UI and Hibernate backend"/>
	</configurations>
    
    <dependencies>
    	        
        <dependency name="person-dao-hibernate" rev="latest.integration" 
        conf="person-app-web-hibernate->impl"/>
        
        <dependency name="person-ui-springmvc" rev="latest.integration" 
        conf="person-app-web-hibernate->impl"/>
        
         
    </dependencies>
    
</ivy-module>

Deklarasi lengkap konfigurasi dan dependensi untuk keempat kombinasi aplikasi sebagai berikut.

<ivy-module version="1.0">
    <info organisation="com.artivisi" module="person-apps"/>
    
    <configurations>
		<conf name="person-app-web-jdbc" description="Application with web-based UI and JDBC backend"/>
		<conf name="person-app-desktop-jdbc" description="Application with desktop UI and JDBC backend"/>
		<conf name="person-app-web-hibernate" description="Application with web-based UI and Hibernate backend"/>
		<conf name="person-app-desktop-hibernate" description="Application with desktop UI and Hibernate backend"/>
	</configurations>
    
    <dependencies>
    	
        <dependency name="person-model" rev="latest.integration" conf="*->api"/>

        <dependency name="person-dao-api" rev="latest.integration" conf="*->api"/>
		
        <dependency name="person-dao-jdbc" rev="latest.integration" 
        conf="person-app-web-jdbc->impl;person-app-desktop-jdbc->impl"/>
        
        <dependency name="person-dao-hibernate" rev="latest.integration" 
        conf="person-app-web-hibernate->impl;person-app-desktop-hibernate->impl"/>
        
        <dependency name="person-ui-swing" rev="latest.integration" 
        conf="person-app-desktop-jdbc->impl;person-app-desktop-hibernate->impl"/>
        
        <dependency name="person-ui-springmvc" rev="latest.integration" 
        conf="person-app-web-jdbc->impl;person-app-web-hibernate->impl"/>
        
         
    </dependencies>
    
</ivy-module>

Kita dapat merakit aplikasi dengan ant sebagai berikut

ant resolve

Nanti pada folder lib akan terbentuk empat folder sesuai konfigurasi. Isi dari masing-masing folder mencerminkan paket aplikasi sesuai kombinasi yang kita inginkan.

Seperti kita lihat, dengan menggunakan fitur configuration, kita dapat merangkai empat kombinasi aplikasi dengan mudah. Tentunya aplikasi kita harus dirancang secara modular supaya mudah dikombinasikan seperti cerita di atas.

Artikel berikutnya akan menutup seri Ivy ini dengan cara membuat repository dalam organisasi kita. Dengan adanya repository lokal, kita dapat menghemat bandwidth internasional karena kebutuhan dependensi dapat ditangani oleh server internal.

Kita akan melihat kemampuan Ivy untuk mengadaptasi repository baik yang memiliki metadata Ivy, maupun Maven.


External Dependency dengan Ivy

Pada artikel sebelumnya, kita telah menghubungkan dua modul berbeda dengan deklarasi dependensi. Tapi hal itu belum cukup, karena pada aplikasi yang sebenarnya, kita akan banyak menggunakan pustaka yang tidak kita buat sendiri.

Agar kita bisa menggunakan pustaka luar tersebut, kita harus mengetahui alamat repository yang menyimpan pustaka yang kita inginkan, berikut dependensinya. Misalnya, bila kita ingin menggunakan Hibernate, kita harus mengetahui repository yang memuat artifak hibernate.jar dan juga dependensinya seperti asm.jar, cglib.jar, dan segudang *.jar lainnya.

Selanjutnya, untuk menghemat bandwidth perusahaan, kita dapat menaruh pustaka yang sering digunakan tersebut dalam jaringan perusahaan. Dengan demikian semua orang yang akan menggunakan *.jar tersebut tidak perlu mendonlod dari lokasi asalnya, tapi cukup dari jaringan lokal. Pembuatan mirror ini akan kita diskusikan di artikel terakhir dalam seri ini.

Ada dua masalah utama yang kita hadapi dalam menggunakan pustaka luar. Pertama, bagaimana mencari dan memilih repository yang baik. Kedua, bagaimana mendaftarkannya dalam project kita.

Mencari dan memilih repository merupakan hal yang krusial. Para pengguna Maven, tools untuk dependency management seperti Ivy, memiliki repository yang dapat diakses melalui internet. Akan tetapi, ada satu masalah besar, isinya tidak lengkap dan deklarasi metadatanya banyak yang berantakan. Sebagai ilustrasi, dari dokumentasi Hibernate kita mengetahui bahwa hibernate.jar membutuhkan asm.jar, commons-collection.jar, dan cglib.jar. Tapi di repository Maven, kadang hanya tersedia asm.jar. Artifak commons-collection.jar ada di deklarasi dependensi, tapi filenya tidak ada. Bahkan cglib.jar sama sekali tidak dicantumkan dalam deklarasi dependensi. Nah, kira-kira seperti itulah kondisi repository yang tidak dipelihara dengan baik. Metadata dependensinya tidak akurat, dan koleksi artifaknya tidak lengkap.

Untungnya –SpringSource, perusahaan yang membekingi Spring Framework– telah membuatkan repository yang cukup mumpuni. Mereka menjamin bahwa repository tersebut transitively complete. Artinya, bila hibernate.jar membutuhkan commons-collection.jar dan commons-collection.jar membutuhkan commons-lang.jar, kita bisa yakin bahwa ketiga .jar tersebut ada dalam repository. SpringSource menyediakan metadata untuk ivy dan maven2. Jadi selain kita pengguna Ivy, pengguna Maven2 juga bisa menggunakan repository tersebut. Semua *.jar yang ada dalam repo ini sudah dijamin OSGi compliant. Ini akan sangat berguna apabila kita membangun di platform OSGi. Yang paling penting, repository ini memiliki fasilitas pencarian.

Bila dependensi yang kita inginkan tidak tersedia di repository SpringSource, kita masih dapat mencari ke repository Maven2 yang disediakan oleh ibiblio.

Baiklah, masalah pertama sudah terpecahkan. Sekarang mari kita selesaikan masalah kedua, yaitu menggunakan kedua repository tersebut dalam aplikasi kita.

Repository ini, sama dengan internal repository yang sudah kita bahas pada artikel terdahulu, akan dideklarasikan dalam file ivysettings.xml. Berikut adalah entri untuk repository SpringSource.

<url name="springsource.release.repo.resolver">
	<ivy pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/release/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
	<artifact pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/release/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
</url>

<url name="springsource.external.repo.resolver">
	<ivy pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/external/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
	<artifact pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/external/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
</url>

Cara konfigurasi ini juga bisa dilihat di situs repository SpringSource. Dan ini adalah konfigurasi untuk repository iBiblio.

<ibiblio name="maven2" m2compatible="true" />

Kita dapat menyuruh Ivy untuk terlebih dulu mencari di repo SpringSource. Bila ditemukan, hentikan pencarian. Bila tidak ditemukan, lanjutkan ke iBiblio. Untuk mengaktifkan mekanisme ini, gunakan ChainResolver sebagai berikut.

<chain name="external-repository">

	<chain name="springsource-repository" returnFirst="true">
		<url name="springsource.release.repo.resolver">
			<ivy pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/release/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
			<artifact pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/release/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
		</url>
		<url name="springsource.external.repo.resolver">
			<ivy pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/external/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
			<artifact pattern="http://repository.springsource.com/ivy/bundles/external/[organisation]/[module]/[revision]/[artifact]-[revision].[ext]" />
		</url>
	</chain>

	<chain name="ibiblio.repo.resolver">
		<ibiblio name="maven2" m2compatible="true" />
	</chain>

</chain>

Atribut returnFirst digunakan untuk menghentikan pencarian bila artifak sudah ditemukan.

Setelah repository kita daftarkan, kita tinggal mengkonfigurasi dependensi di project kita. Modul person-dao-impl akan menggunakan Spring Framework 2.5.5.A dan juga Hibernate 3.2.6.ga. Kita dapat mencari di situs repository SpringSource untuk mendapatkan deklarasi dependensi yang sesuai untuk Spring Framework dan Hibernate.

Berikut adalah file ivy.xml dari modul person-dao-impl.

<ivy-module version="1.0">
	<info organisation="com.artivisi" module="com.artivisi.tutorial.ivy.dao.impl"/>
	<publications>    
		<artifact name="${ant.project.name}"/>
		<artifact name="${ant.project.name}-sources" type="src" ext="jar"/>
	</publications>

	<dependencies>

		<dependency
			org="com.artivisi"
			name="com.artivisi.tutorial.ivy.dao.api"
			rev="latest.integration"
		/>

		<dependency 
			org="org.springframework" 
			name="org.springframework.orm" 
			rev="2.5.5.A"
		/>
			
		<dependency 
			org="org.hibernate" 
			name="com.springsource.org.hibernate" 
			rev="3.2.6.ga"
		/>

	</dependencies>

</ivy-module>

Terlihat dari ivy.xml bahwa modul ini memiliki dependensi terhadap modul person-dao-api, yang mana memiliki dependensi terhadap person-model. Dengan fitur transitive-dependency yang dimiliki Ivy, kita tidak perlu mendeklarasikan dependensi terhadap person-model, karena sudah secara otomatis didaftarkan melalui person-dao-api.

Modul ini memiliki satu source code, yaitu PersonDaoHibernate, sebagai berikut.

package com.artivisi.tutorial.ivy.dao.impl;

import java.util.List;

import com.artivisi.tutorial.ivy.model.Person;
import com.artivisi.tutorial.ivy.dao.PersonDao;

@Transactional
public class PersonDaoHibernate implements PersonDao {

	private SessionFactory sessionFactory;

	@Autowired
	public void setSessionFactory(SessionFactory sf) {
		this.sessionFactory = sf;
	}
	
	public void save(Person person) {
		sessionFactory.getCurrentSession()
		.saveOrUpdate(person);
	}
	
	@SuppressWarnings("unchecked")		
	public List<Person> getAll(){
		return sessionFactory.getCurrentSession()
		.createCriteria(Person.class)
		.list();
	}
	
	public Person getById(Long id){
		return (Person) sessionFactory.getCurrentSession()
		.get(Person.class, id);
	}
}

Seperti kita lihat, kode program tersebut menggunakan @Transactional dari Spring Framework, dan SessionFactory milik Hibernate. Mari kita lakukan kompilasi.

ant build

PERHATIAN!!! Perintah build ini akan mengakses internet dan mendonlod semua *.jar yang dibutuhkan. Ini akan memakan banyak bandwidth internasional Anda.

Dari output kita bisa lihat bahwa Ivy menemukan dependensi yang dibutuhkan di repository SpringSource, dan kemudian mendonlodnya. Hasil donlod akan disimpan dalam cache, sehingga bila kita melakukan build lagi, tidak perlu mendonlod berkali-kali.

Demikianlah penjelasan tentang dependensi eksternal. Pada artikel selanjutnya, kita akan bahas tentang configuration, fitur yang sangat canggih dari Ivy.


Internal Dependency dengan Ivy

Pada artikel sebelumnya, kita telah menyimpan artifact modul person-model di shared repository melalui mekanisme scp dengan private key. Pada artikel ini, kita akan menggunakan artifact person-model tersebut dalam modul person-dao-api. Pengambilan artifact dilakukan melalui mekanisme yang sama, yaitu scp dengan private key.

Berikut struktur folder modul person-dao-api.

Kita memiliki folder src yang berisi source code class PersonDao.java, yang isinya sebagai berikut.

package com.artivisi.tutorial.ivy.dao;

import java.util.List;

import com.artivisi.tutorial.ivy.model.Person;

public interface PersonDao {
	
	/**
	 * saves Person object into database. 
	 * If object is already exists (denoted by not-null ID field), 
	 * the existing record with the corresponding ID is updated. 
	 * If the object is new (denoted by null ID field), 
	 * new record is inserted.
	 * 
	 *  This method also set the ID field for new record.
	 * */
	public void save(Person person);
	
	/**
	 * fetch all person object in database.
	 * @return List of all person
	 * */
	public List getAll();
	
	/**
	 * fetch Person object with the speficied ID. 
	 * @param id identifier for person object
	 * @return Person object if there is record found for the speficied id, null otherwise
	 * */
	public Person getById(Long id);
}

Seperti terlihat dalam deklarasi import, class ini menggunakan class Person, yang sudah tersedia di shared repository. Kita akan melakukan build dengan menggunakan script build.xml. Isinya sama dengan yang ada di modul person-model, dengan perkecualian nama projectnya. Berikut isi build.xml.

<project name="person-dao-api" default="build">

	<property file="build.properties"/>
	
	<import file="${basedir}/../person-build/default.xml"/>
	<import file="${basedir}/../person-build/ivy-builder.xml"/>
	
</project>

Dependensi modul person-dao-api terhadap person-model kita deklarasikan dalam ivy.xml sebagai berikut.

<ivy-module version="1.0">
    <info organisation="com.artivisi" module="person-dao-api"/>
    
	<publications>
		<artifact name="${ant.project.name}" conf="api"/>
		<artifact name="${ant.project.name}-sources" conf="source" type="src" ext="jar"/>
	</publications>
    
    <dependencies>
        <dependency name="person-model" rev="latest.integration" conf="api"/>
    </dependencies>
</ivy-module>

Setelah build.xml dan ivy.xml selesai dibuat, kita bisa langsung melakukan build. Panggil target dari command line sebagai berikut:

ant build

Dari output perintah di atas terlihat bahwa Ivy akan menguraikan dependensi project dengan melakukan query ke semua resolver yang terdaftar. Setelah modul yang dibutuhkan (person-model) ditemukan, Ivy akan langsung mendonlodnya ke dalam folder lib. Karena isi folder lib sudah kita daftarkan ke dalam classpath, maka proses kompilasi akan berjalan dengan mulus. Berikut struktur folder person-dao-api setelah melakukan proses resolve.

Pada deklarasi dependensi di atas, terlihat bahwa modul person-dao-api memiliki dependensi terhadap modul person-model dengan revision latest.integration. Ini artinya Ivy akan menggunakan versi terbaru yang ada dalam repository. Untuk melihat kemampuan fitur ini, mari kita publish person-model dengan revision yang lebih baru.

Edit file build.properties dalam modul person-model, sehingga menjadi seperti ini.

build.version = 0.0.2
release.type = integration

Setelah itu, bersihkan hasil kompilasi terdahulu, dan publish modul person-model.

ant clean publish-local

Lalu, pindah ke modul person-dao-api, dan lakukan build lagi.

ant clean build

Terlihat pada output, bahwa modul person-model yang terbaru akan didonlod, dan yang versi lama akan dihapus. Sehingga isi folder lib akan terlihat sebagai berikut.

Ivy memiliki beberapa cara untuk menentukan mana artifak yang terbaru (latest), yaitu: latest-time, latest-revision, dan latest-lexico.

Dengan menggunakan latest-time, Ivy akan melihat tanggal dibuatnya suatu artifak. Kalau artifak berada di repository filesystem, maka tanggal sistem operasi akan digunakan. Bila repository diakses melalui http, Ivy akan melakukan query terhadap http server. Metode ini, walaupun efektif, relatif lambat bila akses jaringan ke repository tidak mumpuni.

Latest-revision membandingkan nama versi artifak, dan mengenali beberapa keyword. Dia dapat menentukan bahwa versi 1.0-alpha lebih baru daripada 1.0-dev1, dan 1.0 lebih baru daripada 1.0-rc1.

Sedangkan strategi latest-lexico hanya membandingkan berdasarkan urutan abjad. Jadi, 1.0-m1 akan lebih baru daripada 1.0-build135.

Ketiga strategi tersebut sudah built-in dalam Ivy dan tidak memerlukan konfigurasi lebih lanjut.

Selain revision, Ivy juga mengenal terminologi status. Secara default, Ivy menyediakan tiga status diurutkan dari yang paling stabil/mature, yaitu release, milestone, dan integration. Bila kita menggunakan latest.integration, Ivy akan mengambil artifak terbaru berstatus apapun dari repository. Bila kita gunakan latest.milestone, Ivy akan mengabaikan rilis integration, dan hanya akan membandingkan milestone dan release. Demikian juga bila kita gunakan latest.release, maka versi terbaru hanya akan dicari dari artifak berstatus release.

Cara deklarasi latest.integration di atas disebut dengan dynamic revision, karena nomer revision tidak secara eksplisit disebutkan. Selain menggunakan latest.integration, ada beberapa mekanisme lain, yaitu menggunakan +, dan menggunakan range.

Kita bisa menggunakan + untuk memilih revisi terbaru untuk rilis tertentu. Misalnya bila kita memiliki modul dengan revisi 1.0.1, 1.0.4, 1.0.7, dan 1.1.4 dalam repository, kita dapat menggunakan 1.0.+ untuk memilih versi terbaru dalam lini 1.0, yaitu 1.0.7.

Kita juga bisa menggunakan range, untuk menentukan revisi yang dapat digunakan, misalnya [1.0,2.2] akan memilih semua revisi yang sama atau lebih besar dari 1.0, tapi lebih kecil atau sama dengan 2.2. Lebih lengkap tentang ini bisa dilihat di dokumentasi Ivy tentang dependensi.

Demikianlah deklarasi dependensi dengan Ivy. Pada artikel ini, kita baru mencoba dependensi terhadap modul yang kita buat sendiri. Di artikel selanjutnya, kita akan lihat bagaimana mendeklarasikan dependensi terhadap modul eksternal seperti Spring Framework atau Hibernate.