02 Aug 2026
Seri ini berawal dari pertanyaan mendasar: untuk payment gateway, apakah lebih tepat menggunakan PostgreSQL konvensional atau pendekatan event-sourced berbekal Kafka? Bagian 1 hingga 4 telah memaparkan pembuktian berbasis data empiris, lengkap dengan lika-liku salah tafsir dan proses koreksinya. Pada bagian penutup ini, mari kita rangkum hasil akhirnya sekaligus mengulas pertanyaan yang tak kalah menarik: jika RDBMS yang terpilih, mengapa repositori berbasis Kafka tersebut tetap dipertahankan?
...Baca Selengkapnya →01 Aug 2026
Di Bagian 3, dokumen ralat telah diterbitkan: hasil benchmark yang semula tampak dramatis (penurunan performa signifikan pada event-sourced beserta anomali pembayaran ganda) dipastikan sebagai efek samping rebutan resource dengan aplikasi lain. Begitu lingkungan pengujian dibersihkan, kedua anomali tersebut tak lagi muncul.
...Baca Selengkapnya →31 Jul 2026
Di Bagian 2, indikator benchmark yang bermasalah telah dibongkar dan diperbaiki. Kini saatnya mengeksekusi pengujian yang sesungguhnya. Bagian ini menyajikan dinamika yang cukup emosional: mulai dari ditemukannya bug domain penting berkat komparasi dua versi sistem, hingga fenomena benchmark dramatis yang ternyata dipicu oleh kesibukan internal komputer penguji.
...Baca Selengkapnya →30 Jul 2026
Di bagian pertama, kami sepakat di atas kertas untuk memilih arsitektur monolith relasional (PostgreSQL). Kendati demikian, kami tetap membangun versi pembanding berarsitektur event-sourced agar keputusan tersebut teruji dengan angka empiris. Repo pembanding ini diberi nama payment-gateway-evtsrc (open source, lisensi Apache 2.0). Implementasi awal beserta skenario pengujiannya sebagian besar dikerjakan oleh Gemini Flash melalui Antigravity CLI.
...Baca Selengkapnya →29 Jul 2026
Setiap kali kami di ArtiVisi membangun sistem yang berurusan dengan uang, pertanyaan ini hampir selalu datang dari internal tim engineering: “Kenapa tidak pakai event sourcing saja?” Pertimbangan teknis seperti skalabilitas atau audit trail otomatis dari event log sering mengemuka, di samping daya tarik arsitekturnya yang modern untuk portofolio.
...Baca Selengkapnya →12 Apr 2026
Workshop Penggunaan Claude Code
Untuk Meningkatkan Kinerja Akademik Dosen
Hands-on Workshop
...
Baca Selengkapnya →26 Dec 2025
Empat tahun yang lalu, saya menulis artikel tentang Internet Ngebut dengan WAN Bonding. Di artikel tersebut, saya menjelaskan cara menggabungkan beberapa koneksi internet menggunakan OpenMPTCProuter dengan Raspberry Pi dan beberapa modem LTE. Setelah sekian lama, ada beberapa perkembangan yang perlu diupdate. Artikel ini akan membahas alternatif-alternatif yang tersedia di tahun 2025, perbandingan teknis, serta pertimbangan biaya dan hardware.
...Baca Selengkapnya →01 Dec 2025
Sebagai pengguna Flair yang puas (setelah mencoba Rok Presso, Lever Presso, dan Staresso), launching Flair Go merupakan event yang ditunggu-tunggu.
...Baca Selengkapnya →28 Nov 2025
Beberapa waktu belakangan ini, tim ArtiVisi mengembangkan aplikasi akunting yang rencananya akan kita pakai sendiri. Kode programnya kita rilis secara opensource dengan lisensi AGPL. Rencananya kalau nanti sudah matang dan stabil, kita juga akan tawarkan sebagai SaaS berikut operatornya.
...Baca Selengkapnya →