Living life and Make it Better

life, learn, contribute

Endy Muhardin

Software Developer berdomisili di Jabodetabek, berkutat di lingkungan open source, terutama Java dan Linux.

Windows tak sulit lagi

Akhirnya, setelah dua hari bergulat dalam kompetisi Windows Wrestling Championship (WWC), saya menemukan titik terang.

Solusi akhirnya adalah:

  1. Gunakan XAMPP satu versi lebih rendah, yaitu 1.4.16. Versi ini dapat menjalankan Bugzilla dan Subversion tanpa masalah.
  2. Mailserver bawaan XAMPP, yaitu Mercury, sangat sulit digunakan. Jadi -sesuai saran rekan saya-, saya menggunakan hMailserver. aplikasi mail server yang opensource dan sangat mudah digunakan. Membuat virtual domain dan user account sangat mudah. Cocok sekali kalau kita butuh mail server percobaan untuk coding.

Jadi, dengan solusi ini saya dapat melakukan training dengan minimal instalasi di komputer peserta. Satu-satunya aplikasi yang harus diinstal adalah ActivePerl. Untungnya aplikasi ini mudah diuninstall sehingga tidak mengotori sistem.

Terima kasih untuk Benny atas saran dan masukannya.


Windows semakin sulit

Masih ingat cerita kemarin tentang sulitnya menggunakan Windows? Ternyata kesulitan itu belum berakhir.

Sedikit cerita latar belakang, saya ingin mengadakan training Bugzilla dan Subversion. Yang mana Bugzilla adalah aplikasi bug tracker berbasis web yang dibuat menggunakan Perl. Sedangkan Subversion adalah aplikasi version control yang salah satu metode aksesnya bisa melalui web.

Berikut dependensi Bugzilla:

  1. Perl, berikut modul-modul khusus untuk Bugzilla
  2. Webserver (Apache)
  3. Database server (MySQL)

Dan dependensi Subversion + Akses HTTP adalah:

  1. Webserver (harus versi 2.0, 1.3 tidak bisa, 2.2 harus kompile sendiri)
  2. mod_dav

Nah sekarang, Perl sudah berhasil diinstal menggunakan ActivePerl, MySQL dan Apache juga sudah bisa diinstal dengan XAMPP.

Masalahnya adalah, ternyata XAMPP itu menggunakan Apache 2.2. Dengan demikian, Bugzilla bisa jalan, Subversion tidak bisa.

Kemudian saya coba pakai Uniform server, yang menggunakan Apache 2.0. Setelah dicoba, entah kenapa Subversion tetap tidak bisa diakses, walaupun versi Apachenya benar. Tidak ada error message ataupun petunjuk mengapa Uniform server mogok jalan (setelah ditambah konfigurasi Subversion).

Ada lagi aplikasi paket yang lain, yaitu Server2go. Tetapi setelah diperiksa ternyata Apachenya 1.3. Gagal maning…. :(

Alternatif terakhir: fully manual. Dijamin akan membuat peserta training histeris, karena harus:

  1. Instal Perl
  2. Instal Apache
  3. Instal MySQL
  4. Instal PHP (agar bisa manage MySQL pakai PHPMyAdmin)
  5. Instal Subversion
  6. Konfigurasi mod_dav
  7. Instal Bugzilla
  8. Instal Mail Server (supaya Bugzilla bisa kirim email)
  9. Setup file hosts atau Instal DNS (supaya mail servernya gak cuma localhost)

Yah, kegiatan di atas akan memakan waktu 2 hari untuk dijelaskan ke peserta training. Belum lagi ada error. Dan itu baru kegiatan instalasi, belum masuk ke materi. Padahal alokasi waktu untuk training cuma 1 hari.

Sekarang saya lagi mau coba ApacheTriad dan XAMPP versi lebih rendah. Mudah-mudahan berhasil.

Seandainya para peserta itu pakai Linux saja ….


URL bagus

URL untuk website bagusnya tidak didikte oleh aplikasi maupun teknologi. Dengan demikian, kita bisa ganti engine website kita tanpa harus merusak URL.

Untuk itu, saya mengaktifkan fungsi Permalinks pada Wordpress. Jadi, URL yang tadinya seperti ini: http://endy.artivisi.com/blog/?p=7 akan berubah menjadi seperti ini: http://endy.artivisi.com/blog/aplikasi/instalasi-subversion/

Lebih canggih lagi, kalau kita browse ke http://endy.artivisi.com/blog/aplikasi/ Wordpress akan menampilkan semua artikel yang ada dalam kategori aplikasi.

Ini akan sangat meningkatkan usability website.

Caranya, login ke control panel Wordpress, kemudian pergi ke Options > Permalinks.

Lalu baca manual dan tentang:

  1. Format URL yang digunakan Wordpress
  2. Cara mengaktifkan .htaccess di Apache.

Ini sebetulnya fitur lama dan umum digunakan orang, tapi saya belum sempat aktifkan sampai sekarang.


Sulitnya menggunakan Windows

Bulan depan saya akan menjadi instruktur untuk training Bugzilla, Subversion, dan Ant. Sebetulnya tidak ada hambatan berarti, karena di proyek sebelumnya saya sudah banyak menggunakan aplikasi tersebut. Cara instalasi dan konfigurasi juga sudah banyak saya tulis di blog ini, antara lain:

Masalahnya adalah, sekarang saya harus mengajarkan cara menginstal dan konfigurasi aplikasi tersebut di Windows. Lalu, apa sulitnya? Banyak .. berikut saya berikan listnya:

  1. Apache dan extension Subversion, instalasi Apache di linux (apalagi debian) sangat mudah. Cukup ketik:

    # apt-get install apache2 subversion libapache2-svn

  2. Bugzilla. Aplikasi ini membutuhkan Perl yang bisa diakses melalui Apache dengan mod_perl. Selain itu, kita perlu mendownload dan instal modul-modul tambahan. Lagi-lagi biasanya cukup:

    # apt-get install bugzilla

  3. Mail Server. Bugzilla membutuhkan mail server untuk mengirim email notifikasi. Di linux, aplikasi mail server biasanya terinstal secara default. Kalaupun tidak ada, bisa diselesaikan dengan satu baris.

Untungnya, seperti biasa telah ada orang lain di belahan dunia berbeda yang sudah pernah mengalami kepusingan yang sama, kemudian membuat solusinya.

Cukup instal saja XAMPP.

Paketnya memuat:

  • Apache 2 dilengkapi WebDAV

  • Perl 5.8

  • Mail Server Mercury

  • FTP Server Filezilla

Sekarang tinggal memikirkan bagaimana cara konfigurasi mod_perl, mod_dav, dan dav_svn. Setelah itu, baru mencoba install Bugzilla. Wuah, sangat tidak praktis.

Kok masih ada orang yang berani-beraninya bilang pakai Windows lebih gampang ya? :D


Kehilangan Laptop

Teman saya baru saja kehilangan laptopnya kemarin. Kami pergi makan siang jam 12.10, dan kembali lagi ke kantor jam 12.40… dan laptopnya sudah tidak ada.

Setelah berkoordinasi dengan pihak keamanan gedung, kami berhasil mendapatkan rekaman CCTVnya. Berikut kronologi aktivitas sang maling seperti terekam di kamera.

  • 12.05 : Maling masuk di lobi lantai dasar

  • 12.10 : Maling turun lift di lantai 8.

  • 12.11 : Kami keluar dari kubikel dan menunggu lift. Sebenarnya berpapasan dengan sang maling. Tapi mana kami tau kalau dia mau mencuri?

  • 12.13 : Lift datang, semua orang masuk lift kecuali saya, karena mau ke toilet dulu

  • 12.14 : Saya selesai di toilet, menekan tombol lift. Sambil menunggu lift melongok ke kubikel untuk melihat keadaan. Sempat melihat orang itu, tapi tidak terlalu pay attention

  • 12.25 : Saya turun dengan lift

  • 12.25 : Sang maling meninjau situasi untuk terakhir kali, kemudian masuk ke ruangan kami (tidak tertangkap kamera)

  • 12.30 : Keluar dari ruangan membawa laptop, ditenteng dengan tangan (dia tidak bawa tas) dan tidak ditutupi apa-apa. Kemudian menekan tombol lift. Sambil menunggu lift datang, mondar-mandir petantang-petenteng di depan satpam IndoNet

  • 12.33 : Lift datang, dia masuk ke dalam lift

  • 12.34 : Terlihat di kamera lobi lantai dasar, menenteng laptop di tangan dan berjalan dengan santai keluar gedung

Hmm … begitu mudah, begitu cepat. Para pemilik laptop, jangan meninggalkan laptop Anda sembarangan. Bawalah kemana saja Anda pergi, ke toilet sekalipun.

Menurut pihak keamanan, maling yang sama telah menelan korban di lantai 10 bulan September lalu. Guess what, mereka juga punya rekaman videonya (makanya tau orangnya sama). What the f@#*, kalo sudah tau tampang malingnya kenapa gak waspada. Terlalu banyak makan gaji buta :( .