Living life and Make it Better

life, learn, contribute

Endy Muhardin

Software Developer berdomisili di Jabodetabek, berkutat di lingkungan open source, terutama Java dan Linux.

Deployment Microservice Kere Hore Bagian 2

Pada artikel sebelumnya, kita telah menyiapkan front proxy yang sudah berfungsi dengan baik. Kali ini, kita akan membuat aplikasi Java sederhana dengan Spring Boot yang kemudian akan kita pasang di VPS kita kemarin dengan nama domain app1.artivisi.id.

Setup Project

Setup project Spring Boot sudah sering dibahas di blog ini. Silahkan lihat-lihat bagian arsip untuk lebih detailnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai deployment terutama adalah mengaktifkan systemd startup script agar aplikasi kita bisa diinstal sebagai service.

Buat konfigurasi executable dengan nilai true berikut di pom.xml

<build>
    <plugins>
        <plugin>
            <groupId>org.springframework.boot</groupId>
            <artifactId>spring-boot-maven-plugin</artifactId>
            <configuration>
                <executable>true</executable>
            </configuration>
        </plugin>
    </plugins>
</build>

Setelah itu, kita build aplikasinya, dan upload ke server.

mvn clean package -DskipTests
scp target/*jar root@app1.artivisi.id:/root/

File aplikasi sudah siap deploy di folder /root di server kita. Selanjutnya, kita akan melanjutkan pekerjaan di server. SSH dulu ke servernya.

ssh root@app1.artivisi.id

Persiapan Database MySQL

Biasanya, aplikasi menyimpan datanya di database. Sebagai contoh, kita gunakan database MySQL yang banyak dipakai orang sedunia. Install dulu databasenya.

apt install mysql-server -y

Kita akan diminta memasukkan password untuk user root. Masukkan apa yang biasa digunakan. Lalu klik Ok.

Setup Root Password

Selanjutnya, login ke MySQL dengan user root yang sudah kita isikan passwordnya barusan.

mysql -u root -p
Enter password: 
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 4
Server version: 5.7.21-0ubuntu0.16.04.1 (Ubuntu)

Copyright (c) 2000, 2018, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.

Oracle is a registered trademark of Oracle Corporation and/or its
affiliates. Other names may be trademarks of their respective
owners.

Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

mysql> 

Kita buatkan database dengan nama appspringdb.

mysql> create database appspringdb;
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

Lalu kita buatkan usernya

mysql> grant all on appspringdb.* to appspringdbuser@localhost identified by 'abCdqwErty2213';
Query OK, 0 rows affected, 1 warning (0.01 sec)

Database sudah siap digunakan.

Deployment Aplikasi Spring Boot

Sebelum mendeploy aplikasi, kita pastikan dulu Java SDK dan haveged sudah terinstal

apt install openjdk-9-jre-headless -y

haveged adalah generator entropi yang dibutuhkan untuk menghasilkan random number. Bila ini lupa dipasang, aplikasi kita akan seolah hang pada saat membutuhkan random number.

Kebiasaan orang dalam mendeploy aplikasi berbeda-beda. Ada yang menaruhnya di folder /home, /opt, dan sebagainya. Saya sendiri biasanya menaruh aplikasi di folder /var/lib/. Untuk itu, kita buatkan folder untuk aplikasinya.

mkdir /var/lib/appspringsaya

Kemudian kita pindahkan file *.jar aplikasi kita yang sudah diupload tadi.

mv /root/*jar /var/lib/appspringsaya/

Biasanya saya membuat symlink dari nama file aplikasi yang ada nomor versinya (misalnya appspringsaya-1.0.0-RELEASE.jar) menjadi nama file yang polos (misalnya appspringsaya.jar). Dengan cara ini, bila ternyata versi yang baru dideploy ada bug critical, kita bisa dengan mudah mematikan aplikasi dan mengganti symlink tersebut untuk mengarah ke versi lama.

ln -s /var/lib/appspringsaya/appspringsaya-1.0.0-RELEASE.jar /var/lib/appspringsaya/appspringsaya.jar

Konfigurasi production biasanya berbeda dengan konfigurasi development di laptop kita. Kita bisa membuat file application.properties di folder yang sama dengan file aplikasi. Spring Boot secara otomatis memprioritaskan file yang di folder ini dibandingkan file konfigurasi yang ada dalam jar, yaitu yang kita pakai selama development dan deployment di laptop. Jadi kita bisa membundel application.properties yang lengkap dalam jar, dan hanya mengganti nilai yang berbeda saja di application.properties dalam folder.

Berikut isi application.properties, biasanya berisi konfigurasi database yang pastinya berbeda dengan pada waktu mengetes di laptop.

# Port Production
server.port = 10001

# Konfigurasi Koneksi Database
spring.datasource.url=jdbc:mysql://localhost/appspringdb
spring.datasource.username=appspringdbuser
spring.datasource.password=abCdqwErty2213

Kita juga setup portnya agar aplikasi berjalan di 10001.

Selanjutnya, kita bisa test jalankan aplikasinya.

java -jar appspringsaya.jar

Kita bisa coba browse ke http://app1.artivisi.id:10001 untuk memastikan aplikasi kita berjalan dengan baik. Harusnya dia mengeluarkan tampilan seperti ini.

Aplikasi Spring Boot 10001

Perhatikan alamat URLnya, kita masih menggunakan port 10001 dan tidak menggunakan https.

Setup Systemd Service

Bila kita jalankan dengan perintah java -jar, aplikasi kita akan mati bila kita logout, apalagi kalau server kita restart. Untuk itu kita perlu menginstalnya menjadi service agar bisa jalan otomatis pada waktu server dinyalakan.

Registrasi service yang mainstream di Ubuntu dan CentOS adalah systemd. Pendaftarannya dilakukan dengan membuat file /etc/systemd/system/appspringsaya.service dengan isi sebagai berikut:

[Unit]
Description=Aplikasi Spring Saya
After=syslog.target

[Service]
User=root
ExecStart=/var/lib/appspringsaya/appspringsaya.jar
SuccessExitStatus=143

[Install]
WantedBy=multi-user.target

Lalu enable dengan perintah berikut

systemctl enable appspringsaya.service

Outputnya seperti ini

Created symlink from /etc/systemd/system/multi-user.target.wants/appspringsaya.service to /etc/systemd/system/appspringsaya.service.

Kita bisa jalankan servicenya dengan perintah :

service appspringsaya start

Log bisa dipantau dengan perintah berikut :

tail -f /var/log/syslog

Kita bisa test restart VPS dan pastikan aplikasi kita jalan dengan baik walaupun habis restart.

Konfigurasi Reverse Proxy Nginx

Tentunya kita tidak mau mengakses aplikasi kita tanpa https dan di port yang tidak lazim. Untuk itu, kita akan buat konfigurasi di Nginx agar semua request ke https://app1.artivisi.id diarahkan ke http://localhost:10001. Nantinya port 10001 akan kita tutup di firewall agar tidak bisa diakses langsung oleh user.

Buka konfigurasi /etc/nginx/sites-enabled/app1.artivisi.id dan tambahkan satu baris berikut:

proxy_pass http://localhost:10001;

Sehingga menjadi seperti ini

server {
    server_name app1.artivisi.id;
    listen 443 ssl http2;
    listen [::]:443 ssl http2;

    ssl_certificate /etc/letsencrypt/live/app1.artivisi.id/fullchain.pem;
    ssl_certificate_key /etc/letsencrypt/live/app1.artivisi.id/privkey.pem;
    ssl_dhparam /etc/letsencrypt/ssl-dhparams.pem;

    root /var/www/app1.artivisi.id/html;
    index index.php index.html;

    location / {
      proxy_pass http://localhost:10001;
    }
}
server {
    if ($host = app1.artivisi.id) {
        return 301 https://$host$request_uri;
    }

  listen 80;
  listen [::]:80;

  server_name app1.artivisi.id;
  return 404;
}

Coba akses ke https://app1.artivisi.id. Seharusnya kita akan mendapatkan tampilan aplikasi Spring Boot

Spring Boot dibalik Nginx

Penutup

Demikian cara konfigurasi Spring Boot dibalik Nginx. Pada artikel berikut kita akan setup Wordpress di domain wp.artivisi.id. Stay tuned …